Untuk memperoleh yoghurt santan kelapa dengan kualitas yang baik diperlukan kelapa yang berkualitas pula. Kelapa yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri yaitu buah kelapa yang mulus, kesat kulit arinya, dan beraroma segar. Kualitas yoghurt santan kelapa yang baik turut ditentukan oleh kadar lemak dalam susu, jenis bakteri yang digunakan, cara pembuatan, dan cara penyimpanan setelah fermentasi.
Jenis mikroba yang digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. adapun peranan kedua mikroorganisme tersebut berbeda-beda yaitu pada mikroorganisme Lactobacillus bulgaricus lebih berperan terhadap pembentukan aroma, sedangkan pada mikroorganime Streptococcus thermophilus lebih berperan terhadap pembentukan cita rasa pada yoghurt santan kelapa. Proses pembuatan yoghurt santan kelapa ini adalah sebagai berikut:
| Alat | Bahan |
| 1. Panci/baskom 2. Pembakar spirtus 3. Saringan. 4. Parutan 5. Pengaduk 6. Termometer 7. Gelas ukur 8. Karet gelang 9. Alumunium foil | 1. Santan kelapa 1 liter (dari dua butir kelapa). 2. Susu skim 10% dari jumlah santan. 3. Bibit (starter) campuran dari biakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dengan perbandingan 1 : 1 sebanyak 3% 4. Air bersih / Air matang |
C. Cara Kerja
1. Parut daging buah kelapa tersebut, ambil santannya sebanyak 1 liter dan menampung dalam panci.
2. Campurkan susu skim untuk meningkatkan kekentalan, aroma, keasaman, dan protein.
3. Aduk campuran bahan tersebut hingga merata.
4. Rebus bahan tersebut pada suhu 72oC selama 15 menit.
5. Bahan yang dipanaskan tadi kemudian dinginkan sampai suhunya sekitar 43 oC, lalu tambahkan starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dengan perbandingan 1:1.
6. Inkubasi adonan tersebut dalam inkubator (di peram) selama 4 – 6 jam. Jika tidak ada inkubator, pemeraman dapat dilakukan dalam kamar atau ruangan yang bersih selama 12 jam.
7. Setelah pemeraman maka bahan tersebut telah menjadi yoghurt dan siap untuk dikonsumsi.
8. Jika untuk disimpan, sebaiknya disimpan pada suhu 4 _ 10 oC agar tahan lama.
9. Bila ingin dikonsumsi dapat dicampurkan dengan essence, sirup atau gula secukupnya.
· Andrianto, T. T. 2008. Dibalik ancaman E. sakazaki dalam susu formula "SUSU FERMENTASI UNTUK KEBUGARAN DAN PENGOBATAN". Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
· Palungkun, R. 2003. Aneka produk olahan kelapa. Penebar Swadaya. Jakarta..
· Fajrin, A. 2010. Korelasi antara keterampilan proses didalam pembuatan yoghurt santan kelapa dengan hasil belajar siswa kelas IX pada konsep bioteknologi di SMAN 6 Tangerang. Skripsi. Universitas Sultan Agung Tirtayasa. Tidak diterbitkan.
